Block

Enter Block content here...


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam pharetra, tellus sit amet congue vulputate, nisi erat iaculis nibh, vitae feugiat sapien ante eget mauris.

Text Widget

Categories

Recent Posts

Label

Labels

Definition List

Download

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

Followers

Minggu, 10 November 2013

Nama : Wahyu Iachak Putra
Riwayat Pendidikan : - MI Al-Hidayah Sosok
                                   -  SMP Takhasus Al-Quran Ngabang
                                   - MAN 2 Pontianak
status : belum menikah (maha siswa)
program pendidikan : S1 ekonomi islam
cita-cita : ingin menjadi orang sukses dalah segala bidang terutama membahagiakan orangtua
riwayat hidup : lahir di kalangan keluarga sederhana dengat status menengah kebawah, ayah bekerja sebagai pegawai negeri dan ibu adalah seorang ibu rumah tangga. di lahirkan dari notabene suku dayak, khususnya dayak mali taba.

SEKIAN
Minggu, 03 November 2013
Nama : Wahyu Ischak putra Kelas/semester : A/satu Jurusan/prodi : syariah ekonomi islam Potensi kelapa sawit di kalimantan barat Pulau Kalimantan memang dianugerahi berbagai macam sumber daya alamnya dan lahan perkebunan yang luas. Kelapa sawit salah satunya. Usaha perkebunan kelapa sawit merupakan potensi bisnis perkebunan kalimantan yang sangat menguntungkan. Kelapa sawit sangat bermanfaat mulai dari industri makanan sampai industri kimia. Industri makanan mentega, shortening, coklat, additive, ice cream, pakan ternak, minyak goreng, produk obat–obatan dan kosmetik, krim, shampoo, lotion, pomade, vitamin and beta carotene juga memerlukan minyak sawit.Industri berat dan ringan, industri kulit (untuk membuat kulit halus dan lentur dan tahan terhadap tekanan tinggi atau temperatur tinggi), cold rolling and fluxing agent pada industri perak, dan juga sebagai bahan pemisah dari material cobalt dan tembaga di industri logam juga membutuhkan bahan baku dari hasil kelapa sawit. Bahkan minyak sawit dibutuhkan juga untuk industri kimia seperti detergen, sabun, dan minyak. Sisa-sisa dari industri minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler, bahan semir furniture, bahan anggur. Produk turunan CPO bisa dipasarkan untuk perusahaan yang memproduksi minyak goreng kelapa sawit, margarine, shortening, vanaspati (Vegetable ghee), ice creams, bakery fats, instans noodle, sabun dan detergent, cocoa butter extender, chocolate dan coatings, specialty fats, dry soap mixes, sugar confectionary, biskuit cream fats, filled milk, lubrication, textiles oils dan bio diesel. Produk turunan minyak inti sawit bisa dipasarkan untuk perusahaan yang memproduksi shortening, cocoa butter substitute, specialty fats, ice cream, coffee,whitener/cream, sugar confectionary, biscuit cream fats, filled mild, imitation cream, sabun, detergent, shampoo dan kosmetik. Selain minyaknya, ampas tandan kelapa sawit merupakan sumber pupuk kalium dan berpotensi untuk diproses menjadi pupuk organik melalui fermentasi (pengomposan) aerob dengan penambahan mikroba alami yang akan memperkaya pupuk yang dihasilkan. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk organik, pupuk kompos maupun pupuk kalium. Fungsi lain TKKS juga sebagi bahan serat untuk bahan pengisi jok mobil dan matras, dan polipot. Pelepah pohon dan CPO dapat dijadikan ekstrak untuk Vitamin E. Batang pohon dapat dijadikan “fiber board” untuk bahan baku mebel, kursi, meja, lemari dan sebagainya. Ampas tandan/buangan sisa pabrik dapat dijadikan serbuk pengisi kasur, bantalan kursi, dsb. Secara historis pertumbuhan produksi minyak sawit dunia selama dua periode terakhir ini mengalami kenaikan sekitar 7,3% pertahun. Perkembangan minyak sawit dunia ini sangat dipengaruhi oleh produksi minyak sawit dari negara Malaysia dan Indonesia yang memberikan kontribusi sebesar 80% dari produksi dunia. Berdasarkan data Oil Word diperkirakan produksi CPO lima tahun ke depan akan meningkat tapi lebih kecil dibandingkan dengan konsumsi masyarakat dunia. Tingkat produksi CPO dunia masih dikuasai oleh Malaysia dengan pengusaan 50% market dunia, sedangkan Indonesia berada pada tingkat kedua dengan 30% penguasaan market dunia. Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan produsen utama CPO dunia dengan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar .Negara-negara produsen lainnya, seperti Nigeria, Kolombia, Thailand, Papua Nugini, dan bahkan Pantai Gading, boleh dibilang hanya menjadi pelengkap. Malaysia menempati peringkat teratas dengan volume produksi pada 2003 mencapai 13,35 juta ton. Sementara Indonesia masih 9,75 juta ton. Menurut ramalan Oil World, volume produksi CPO Indonesia pada 2010 bakal mencapai 12 juta ton.Namun, agaknya ramalan itu bakal meleset. Sebab, pada 2004 saja volume produksi CPO Indonesia sudah mencapai 11,5 juta ton . Itu sebabnya banyak kalangan optimis volume produksi CPO Indonesia bakal segera mengalahkan Malaysia, terlebih jika melihat luas lahan di Malaysia yang kian terbatas, sementara di Indonesia masih begitu luas. Produksi minyak sawit (CPO) di dalam negeri diserap oleh industri pangan terutama industri minyak goreng dan industri non pangan seperti industri kosmetik dan farmasi. Namun, potensi pasar paling besar adalah industri minyak goreng. Potensi tersebut terlihat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk yang berimplikasi pada pertambahan kebutuhan pangan terutama minyak goreng. Sampai tahun 1997 produksi minyak goreng Indonesia baru mencapai 3,1 juta ton dengan kontribusi minyak goreng sawit 2,3 juta ton (74 %). Kebutuhan untuk memproduksi minyak goreng sawit sebesar itu memerlukan 3,3 juta ton minyak sawit . Sedangkan ada 2 kekuatan besar yang berpengaruh pada pembentukan harga komoditas kelapa sawit, yaitu kekuatan pasar (marketing forces) dan pengendalian oleh pemerintah (government intervention). Penetapan harga kelapa sawit didasarkan pada kekuatan pasar, tingkat persaingan dan juga pengendalian pemerintah. Setelah itu penetapan harga kelapa sawit harus disesuaikan dengan harga jual dalam dan luar negeri, Kedudukan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng yang merupakan 9 bahan pokok menyebabkan pemerintah tidak berlepas tangan. Disini perusahaan perkebunan kelapa sawit berhadapan dengan pihak prosesor, yang oleh pemerintah sudah ditentukan bahwa harga jual produksi prosesor dalam bentuk minyak goreng harus terjangkau oleh rakyat, sehingga mau tidak mau perusahaan harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah tersebut.Penetapan harga dilakukan dengan cara open tender atau dengan cara competitive bidding. Demi kelancaran perluasan pasar dan pengamanan terhadap risiko sengketa, risiko claim, atau hal-hal lain yang dapat merugikan perusahaan, dalam kontrak penjualan akan menggunakan ketentuan yang telah diatur oleh International Trade Association (Asosiasi Komoditi International). Dengan adanya faktor-faktor penetapan harga tersebut diatas, perusahaan kelak akan terus meneruskan melakukan penghematan biaya produksi guna menghasilkan marjin laba yang signifikan.
Sabtu, 13 Juli 2013
Nama : wahyu ischak putra
Kelas : A
Semester : 1
 Prodi : ekonomi islam
Tawakal Secara harfiah tawakal berasal dari bahasa arab yang berarti bersandar atau mempercayai diri. Tawakal adalah sikap aktif yang di bangun oleh diri sendiri untuk memehami hidup yang sebenarnya. Serta menerima kenyataan hidup dengan tepat. Tawakal adalah sikap bersandar dan memp[ercayakan kepada Allah. Menurut ta`rif al-jurjani , tawakal adalah percaya sepenuhnya atas apa yang ada pada allah dan lepas dari ketergantunggan terhadapa apa yang ada pada manusia. Dengan kata lain tawakal adalah menyerahkan semuanya kepada allah atau berserah diri kepada allah, meyakini bahwasannya allah lah yang menentukan segalanya. Tawakal kepada allah adalah berserah diri setelah berusaha. Apabila kita sudah melakukan apa yang telah kita lakukan maka yang kita lakukan adalah tawakal dengan meyaki bahwasannya Allah lah yang memberikan semua keputusan. Nama : Wahyu Ischak putra Kelas : A Semester : 1 Prodi : ekonomi islam SOMBONG Sobong atau istilah bahasa arabnya al-bathar harti dari bather sama dengan tabakhtur ( takabur). Allah melarang kaum muslimin berlaku sombong, karena sifat sombong adalah sifat tercela yang harus di jauhi oleh manusia. Seseorang yang sombong pasti akan Allah masukan kedalah neraka. Termaksud di dalam gejala-gejala sombong adalah : mengingkari nikmat. Terlalu mewah, terlalu berlebih-lebihhan, takabur dan menumbulkan kerusakan di bumi. Semua perbuatan itu nanti akan merusak ummat islam di seluruh dunia. Sifat sombong memang ada dalam diri manusia masing masing, tetapi manusia itu sendiri harus tau bangan mana mengendalikan dirinya sendiri seningga ia tidak berbuat sombong. Manusia tidak boleh sombong karena yang sempurna hanya milik Allah swt. Nama : Wahyu Ischak putra Kelas : Semester : 1 Prodi : ekonomi islam Iri /dengki Iri adalah suatu sifa yang tidak senang akan anugrah, rezeki atau apa saja yang di dapatkan oleh orang lain. Sedangkan dengki adalah sikap tidak senang meliha orang lain bahagia. Rasa iri dan dengki baru tumbuh apabila ia melihan orang yang di depan dia mendapatkan nimat dari allah dan cenderung membencinya bahkan inginberusaha menghilangkan kenikmatan yang Allah berika kepada orang lain. Salah satu penyebab mengapa manusia mempunya sifat iri dan dengki adalah : 1. Merasa dirinya paling hebat 2. Kesombongan 3. Kikir 4. Karena sudah ada permusuhan 5. Takut mendapatkan saingan 6. Ambisi memimpin Hal-hal inilah yang biasnya menyebab orang lain merasa iri dan dengki. Salah satu cara untuk menjauhi sifat iri dan dengki adalah selalu bersikap rendah hati, tidak merasa lebih dari orang lain. Memiliki kepribadian yang rendah hati membuat seseorang akan bisa menjauhi sifat iri dan sengki. Nama : Wahyu Ischak putra Kelas : A Semester : 1 Prodi : ekonomi islam UJUB Ujub secara bahasa adalah membanggakan diri dalam hati sedangkan dalam isltilah adalah memastika diri atas keselamatan badan dari siksa akhirat. Ujub termaksud kategori dosa besardi mana dalam hati bercongkol sifat yang dapat menbghilangkamn kekuasaan Allah. Ujub adalah suatu sifatyang membanggakan diri dengan memberika suatu penghargaan atau terlalu berlebihan kepada kemampuan diri dalam hal menghindar dari siksa neraka. Suatu hadits nabi yang di riwayatkan oleh imam tabrani sebagai mana telah di kutip oleh imam gazali yaitu “ tiga hal yang membinasakan yaitu : kikir yang di taati, hawa nafsu yang di ikuti, dan kekaguman seseorang kepada diri sendiri. Maka hendaknya kita menjauhi sifat ujub karena yang sempurna hanya lah Allah semata, manusia memiliki kemampuan lebih itu hanya titipan sementara dari allah, yangan lah membanggakan diri secara berlebihan, rendahkan hati, karena denganrendah diri manusia bisa merasakan betapa kecilnya manusia tidak sebanding dengan ciptaan Allah. Nama : Wahyu Ischak putra Kelas : A Semester : 1 Prodi : ekonomi islam RIYA` Ria` adalah memperlihatkan sesuatu amal kebaikan kepada semsama manusia. Adapan secara istilah adalah melakukan ibadah dengan niat dalam hati hanya untuk manusia ,. Beribadah hanya semata-mata ingi di puji oleh manusia, tiada niat untuk beribada ingin mendapatkan ridha Allah, ia hanya melakukan ibadah untuk melirik perhatian orang lain saja. Ria` di bagi dalam dua tingkatan yaitu riya` koholis yaitu melakukan ibadah hanya semata-mata ingin mendapatkan pujiah dari manusia. Dan riya` syirik adalah melakukan merbuatan karena niat menjalankan perintah allah, dan juha ingin mendapatkan pujiandari manusiadan keduanya bercampur. Irya harus di jauhi oleh kaum muslim, karena ia adalah salah satu sifat tercela, kita melakukan ibahdah hanya semata-mata ingin mendapatkan rahmad allah bukan untuk memamerkannya kepada setiap orang, atau ingin mencari perhatian seseorang, kita harus melakukannya sengan ikhlas semata-mata hanya karena Allah swt.
Ritual pengobatan ( sempulek ) ala suku dayak mali taba Desa menyabo kec.tayan hulu kab.sanggau Di susun oleh : wahyu ischak putra Nim : 1122100017 Jurusan/prodi : syariah ekonomi islam Semester/kelas : 2(dua)/A A. Pengantar Suku dayak mali adalah suku dayak yang termasuk rumpun dayak darat yang terdapat di kabupaten sanggau, terutama mendiami seluruh batang tarang. Suku dayak mali terbagi menjadi tiga suku, yaitu suku dayak mali peruan, dayak mali taba dan dayak mali keneles. Suku dayak mali sebagian besar beragama kristen katolik san sebahagian juga memeluk agama kristen protestan, sedangkan yang memeluk agama islam hampir tidak ada. Kebanyakan orang dayak yang memeluk agama islam di karenakan menikah dengan orang-orang melayu islam. Tetapi walaupun masyarakat dayak yang masuk agama islam dan menikah dengan orang – orang melayu kebanyakan merekan masih memiliki jiwa kebudayaan kental yang dimiliki. Masyarakat dayak mali sangat percaya akan kekuatan jubata. Karena bagi mereka jubata adalah yang paling agung. Sempulek adalah ritual yang di lakukan oleh masyarakat dayak mali untuk menyembuhkan penyakit yang di alami. Penyakit-penyakit yang di alami oleh orang-orang di yakini memiliki sebab. Dan orang yang bisa melakukan sempulek bukanlah orang yang sembarangan, yang bisa melakukannya adalah orang-orang tertentu yang mendapatkan cara-cara sempulek itu dengan berbagai macam jalan, seperti mimpi, di turunkan oleh keturunannya, dan bahkan ada orang yang belajar langsung (nuntut). Dan bacaan-bacaan (mantra-mantra) yang di gunakan oleh dukun untuk mengobati orang-orang yang sakit bukanlah bacaan-bacaan sembarangan. Dan yang mengetahui mantra-mantra itu hanyalah si dukun. B. Cara pelaksanaan sempulek 1. Pelaksanaan awal sempulek Sebelum melakukan ritual sempulek, si keluarga yang mengalami sakit harus menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan untuk ritual, yaitu: a. Beras beras harus di sediakan pada saat akan di adakan nya ritual sempulek, beras yang di gunakan tidaklah banyak, kurang lebih ½ kilo. b. Piring piring di gunakan untuk menyimpab beras dan bahan-bahan lainnya. Piring yang di gunakan harus piring dari bahan seng dan todak boleh menggunakan piring berbahan lain. c. Paku paku di taruh di tumpukan beras yang sudah di sediakan. Paku di gunakan untuk pada saat akan menutup ritualnya. d. Garam garam yang di gunakan tidaklah banyak hanyastengeh sendok makan dan di bungkus dengan kertas dan di letakkan di atas tumpukan beras juga. e. Uang Uang yang di gunakan tidak banyak cukup dengan uang seribu kertas, dan hanya menjadi syarat dalam ritual sempulek, dan uang di taruh di atas tumpukan beras. f. Pisau Pisau di gunakan pada saat ritual di lakukan. Yang akan di pakai si dukun untuk menyembuhkan pasiennya. g. Kunyit Kunyit di gunakan sebagai obat untuk yang sakit yang nantinya akan di semburkan di kening dan telingga sang pasien. 2. Tahap pelaksanaan sempulek. Pada saat ritual pengobatan akan di lakunan sang pasien dan dukun haus saling menghadap bahan – bahan yang di lakukan. Biasanya sang dukun akan menyuruh keluarga dari yang sakit untuk menyediakan segelas air mineral. Setelah air mineral sudah di siapkan si dukun akan menghadapi pasien san membacakan bacaan-bacaannya yaitu “bisemmilariamadirahim, nyek dewe,taru,empat, rima inem ijok penampa pejaji, mandak joy lah bala penyakit i, dok ampus,dok urek, dok tingel, dok ikat laba jet, dok laba bamek e gik ngacowo. Setelah mantra di bacakan maka dukun akan mengunyah kunyit yang telah di sediakan sebelumnya, dan di semburkan di kening si pasien dan ke telinga pasien baik yang kiri maupun yang kanan sambil tetapi tidak kena pada telingga, hanya melewati telinga saja , sebelum menyemburkan kunyit sang dukun mengucap mantra “bisemmilariamadirahim, bo ko laba empatoh” . dan setelah penyemburan itu sang dukun akan memasukan berberapa butir beras ke dalam air dan menyelupkan pisau yang telah di sediakan. Air yang telah di masukan beras dan di celupkan pisau itu harus di minum oleh pasien selama proses ritual kurang lebih tiga hari apabila si pasien haus, setelah acara selesai maka selesailah acara pengobatannya, dan ritual di ulangi setiap hari setelah magrib dengan ritual yang sama yaitu menyembur kening dan telinga dengan kunyit . Si dukun akan memberikan waktu selama tiga hari untuk melihat hasil pengobatannya, apakah berhasil atau tidak. Dan selama tiga hari itu pula si pasien di berikan pantangan ( larangan ) berupa : - Tidak boleh melakukan aktifitas mengoreng di dalam rumah - Tidak boleh memakan yang amis-amis dan tajam seperti ikan paten - Tidak boleh keluar dari rumah bagi si pasien. Apabila pantangan-pantangan ini tidak di turuti maka di yakini si pasien tidak akan sembuh. c. tahap penutup atau tahap pengunci Setelah semua tahap pada ritual pengobatannya maka akan di tutup atau di kunci oleh sang dukun. Tahap ini di yakini akan mengunci tubuh si pasie tidak kembali lagi. Seperti awal pembukaan ritual harus menyediakan bahan-bahan yang di gunakan untuk ritul, begitu juga dengan penutupnya. Sang dukun meminta kepada keluarga si pasien untuk menyediakan bahan-bahan yang di perlukan, seperti : 1. Ayam kampung Ayam kampung di gunakan untuk menutup atau mengunci nya , yaitu mengibaratkan ayam sebagai tubuh si pasien, yang bermaksud agar semua penyakit yang di alami oleh pasien pindah kepada ayam. 2. Beras Beras yang di gunakan yaitu beras yang sudah di siapkan pada saat ritual pembukaan. 3. Garam Garam yang di gunakan yaitu garam yang sudah di siapkan pada saat ritual pembukaan juga. 4. Paku Sama dengan beras dan garam, begitu juga dengan paku. Paku yang di gunakan adalah paku yang di gunakan pada saat ritual pembukaannya. Setelah semua barang telah di siapkan, maka ritualnya akan segera di mulai. Seperti pada biasa, pada tahap awalnya sang pasien di suruh duduk menghadapi sang dukun dan bahan-bahan yang telah di siapkan. Si dukun akan mengambilkan ayam dan di KIBO (di putar selama 7 kali mengelilingi sekitar) yang bermaksud agar semua penyakit yang ada di serap ke badan ayam. Selain dukun ngibokan ayam itu di sekitar pasien, si dukun akan membacakan bacaan-bacaannya yaitu “bisemilah irahma nirahim,nyek,dewek,tagu,empat,rima,inem ijok perampa pejaji, nak main kak tuhan gik muet sebamek e mandak ngaok bamek sakit,bamek anap , bamek laba gik ngacowo ngan laba gik mandak nyenge ojo ngani ngani. Setelah selesai melakukan kibo, si dukun akan menyuruh keluarga si pasien lagi untuk menyiapkan air, boleh menggunakan botol atau juga boleh menggunakan gelas karena air yang nanti di pakai si dukun akan menjadi obat yang harus di minum oleh si pasien. Dan air itu di berikan beras sebanyak tujuh butir dan si dukun akan mencelupkan paku atau pisau kedalam air dan si pasien harus meminumnya. Setelah selesai membuatkan minuman obat kepada si pasien, si dukun mengigit paku yang telah di pakai untuk mencelupkan di air. Hal itu dilakukan bermaksud agar si dukun, sanak saudara, bapak ibu dan semua orang tidak terkena penyakit yang sama dan berharap akan kebal dari penyakit. Setelah semua ritual telah berakhir maka selesailah ritual pengobatannya. Walaupun sudah berakhir si pasien harus tetap menghindari pantangan, walaupun tidak semua pantangannya harus di hindari lagi, seperti memakan makanan yang amis-amis dan tajam. Kecuali seperti tidak boleh melakukan aktifitas menggoreng dan tidak boleh keluar rumah, kalo tidak di turuti pun tidak apa-apa karena sudah di tutup atau di kunci. Ritual penyembuhan ala dayak mali bukanlah hana ini saja, masih banyak ritual-ritual pengobatan dengan cara yang lain. Masyarakat di beri kemampuan bisa mengobati melalui berbagai macam cara, berarti berbagai macam cara yang di gunakan oleh masyarakat untuk mengobati. Dan yang bisa mengobati atau menjadi seorang dukun bukan orang-orang yang sembarangan. Dan apabila ritual di atas tidak manjur untuk si pasien, maka si pasien di sempulek ulanag dengan dukun yang berbeda dan dengan carayang berbeda pula. Pada saat awal pembacaan mantra-mantra si dukun ada menyebutkan “bisemmilariamadirahim” (bismillahi rahman nirahim) yang menunjukan ada unsur islam di dalamnya. Entah bagaimana cara mengetahui bacaan-bacaan itu. Karena bagi masyarakat dayak yang tau cara mendapatkannya hanya si dukun dan menjadi rahasia si dukun. Referensi : Wawancara dengan pak asoy
Rabu, 26 Juni 2013

Ritual notokng dalam adat masyarakat dayak mali taba
Di susun oleh : wahyu ischak putra
Nim :1122100017
1.      Pengertian
Upacara notonkg atau Noton'gh adalah upacara untuk memberi makan kepada kepala nenek moyang. upacara ini masih terpelihara dengan baik dikampung-kampung tertentu yang memiliki/menyimpan kepala manusia zaman dulu. Upacara ini hanya berlangsung setahun sekali atau bila ada kejadian yang kurang baik dikampung. Acara ini juga di lakukan untuk mendoakan arwah leluhur yang di anggap sebagai orang-orang yang di segani dan di hormati. Acara ini di lakukan banyak fariasi, ada yang melakukannya selama satu hari, ada juga yang melakukannya tiga hari, tujuh hari bahkan ada yang melakukannya selama setahun. Ada berbagai maksud mengapa masyarakan melakukan ritual notokng, ada yang melakukannya karena akan mengadakan perang, ada jugan yang melaksanakannya untuk memohon kepada leluhur agar desanya di jauhkan dari mara bahaya dan ada juga yang melakukannya untuk memohon agar di jauhkan dari segala macam penyakit.






2.      Tahapan persiapan
Dalam pelaksanan notokng cukup banyak hal yang harus dipersiapkan. Maka dari pada itu, masyarakat jauh-jauh hari sebelum acara notokng dilaksanakan sudah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Hal-hal yang perlu di persiapkan adalah :
1.      buis atau sesajian  
sesajian yang di gunakan berupa hewan, seperti satu ekor babi, satu ekor ayam kampung, tuak, arak, lemang(pulut atau ketan), nasi. Makanan ini di siapkan karena di yakini makanan ini adalah makanan yang di sukai oleh kamang (leluhur). Sedangkan babi dan ayam kampung melambangkan makanan masyarakat dayak mali.
2.      Tumpi Ranakng dan tumpi kare’
merupakan kue yang terbuat dari tepung beras. Tumpi Ranakng biasa juga disebut cucur berwarna agak kehitam-hitaman dangan rasa yang manis. Tumpi kare’ berwarna putih dengan rasa yang asin. Ranakng dan kare’ bermakna keseimbangan antara makanan dengan rasa asin dan manis.
3.      Tempayan
digunakan untuk membuat mandong pakat, yakni sejenis aturan yang disepakati oleh masyarakat sewaktu mengadakan keramaian. Aturan tersebut biasanya larangan agar antar masyarakat atau warga untuk tidak membuat keributan, perkelahian dan masalah lainnya yang dapat menggangu berjalanannya upacara.



4.      Pasu atau mangkok besar
akan digunakan untuk menyimpan air yang memang sudah dibacakan mantra. Air tersebut digunakan untuk memerciki orang bila ada yang kerasukan. Kerasukan tersebut biasanya timbul karena orang tersebut melanggar pantang.
5.      Jangka
Jangka adalah semacam meja yang dibuat untuk menyimpan berbagai sesajian. Di hiasi dengan daun kelapa. Pada saat acaranya di mulai jangka akan di bacakan mantra-mantra yang di dalamnya terisi sesajen.
6.      Pawang atau bisa juga disebut dukun
 merupakan orang yang akan memimpin jalannya ritual notokng tersebut. Pawang juga dibantu oleh beberapa orang yang memang memiliki keahlian untuk membaca mantra, dan orang-orang tersebut memang dipilih oleh pawang itu sendiri. Para pawang dan pembantunya menggunakan sengkulas (kain yang diikatkan di kepala) bewarna merah, dengan diselipkan daun ensabakng dan bulu burung ruai. Tidak ada pakaian yang khusus atau pakaian khas dayak yang digunakan para pawang atau dukun, pakaian yang digunakan biasa-biasa saja hanya biasanya bagian bawah menggunakan sarung.





3.      Tahap pelaksanaan
Pada dasarnya notokng memiliki tiga tahapan. Tahapan yang pertama disebut nyerah manta’, tahap yang kedua adalah acara hiburan, dan yang ketiga adalah nyerah masak.
1.      Tahap nyerah manta`
yaitu tahapan awal pada pelaksanaan ritual notognk, tahapan awal ini bermaksud untuk memberitahukan kepada kamang( arwah leluhur) bahwa masyarakat akan mengadakan acara notognk. Pada saat pelaksanaannya di laksanakan ritual bekibo yaitu mengibaskan ayam kampung dan membacakan mantra yaitu (nyek,dewek,taru,empat,rimak,inem ijo penampa pejaji,,,,)[1].
2.      Pada tahapan kedua, yakni acara hiburan.
Acara hiburan ini dimulai setelah tahap nyerah manta hingga menjelang tahap nyerah masak. Jika notongnya selama tiga hari maka hari kedua dan ketiga sebelum menjelang acara nyerah masak, diadakan acara hiburan. Begitu juga dengan notokng selama tujuh hari. Namun pada notokng satu hari acara ini tidaklah dilakukan karena notong satu hari pun sifatnya bukan untuk pesta-pesta atau perayaan panen melainkan suasana gawat darurat. Acara yang ada pada malam hiburan ini kebanyakan berupa tari-tarian dan hiburan musik. Pada intinya tidak ada hal yang penting atau bersifat sakral yang dilaksanakan pada tahap hiburan ini. Irama musik yang dimainkan merupakan irama-irama yang santai. Irama santai dalam ritual notokng dinamakan nenggok. Alat musik yang digunakan adalah alat musik yang tradisonal misalnya kulintang, dan gong. Masyarakat yang datang boleh menari-nari, begitu juga dengan pemain musiknya boleh bergantian.
3.      Tahap nyerah masak
Setelah tahap hiburan selesai pada malam terakhir, pawang atau dukun yang memimpin ritual notokng akan memberikan tanda bahwa acara puncak akan dimulai. Ritual ini ditandai dengan irama musik yang dimainkan. Berbeda dengan irama musik hiburan, musik pada acara ini lebih keras dan mungkin terdengar seram. Tahapan ini disebut merinting. Diiringi dengan musik yang keras bahkan mungkin terdengar seram, pawang dan pembantunya mengelilingi jangka, semacam tempat yang berbentuk meja yang digunakan untuk menyimpan sesajian, untuk membacakan mantra. Pada tahapan inilah arwah akan datang untuk menikmati sesajian yang disediakan. Tetapi bukan berarti pada malam-malam sebelumnya arwah tidak hadir, hanya saja pada upacara merinting adalah waktunya untuk mereka makan sesajian. Setelah merinting selesai.
Selanjutnya adalah nyeser yaitu suatu ritual amot samper (yaitu manusia menjadi hantu dengan menggunakan bahan ijuk) yang mendatangi warga dari rumah ke rumah. Ritual ini bermaksud untuk menjauhkan semua penyakit-penyakit yang menimpa tanaman masyarakat, agar tanaman masyarakat berupa padi dsb. Tetap bagus dan panen dengan hasil yang memuaskan. dan selanjutnya masyarakat membuat perahu-perahuan di dalamnya di masukan berupa sesajen dan ijuk yang dipakai oleh orang-orang yang menjadi amot samper dan semuanya di hanyutkan ke sungani.
        Tidak cukup sampai di situ saja, yaitu ritual yang di namakan betampai yaitu warga mengantungkan daun sabang, dan warga tidak boleh kemana-mana selama proses pelaksanaannya selesai. Masyarakat juga di pantang ( dilarang) agar tidak memakan makanan seperti jeruk,terasi dan udang. Karena di yankini makana-makanan tersebut adalah makanan yang tidak di sukai oleh kamang. Biasanya pada saat notokng, tak hanya masyarakat kampung yang mengadakan notokng saja yang datang untuk menonton. Masyarakat yang dari kampung lain, bahkan kampung yang jauh sekali pun biasanya datang, karena notokng juga termasuk dalam acara keramaian yang menarik minat, terutama bagi dara dan bujang. Mereka yang datang dari luar kampung juga harus berpantang. Pantangan bagi masyarakat yang ingin melihat acara notokng adalah, sebelum datang ke acara tersebut tidak boleh makan jeruk, terasi, dan udang. Pantangan ini berlaku untuk warga yang bukan berasal dari kampung yang mengadakan notokng tersebut dan apabila tidak ,ematuhi pantangan-pantangan yang telah di sampaikan, biasanya ada yang mengalami kesurupan, bahkan sampai ada yang meninggal dunia dan itu juga di yakini akibat kemarahan damang. Setelah selesainya acara tersebut, maka ada acara tembahan atau ritual tambahan yang harus di lakukan warga, yaitu seluruh warga di larang berpergian kemana-mana selama tiga hari dan juga mereka tidak boleh menerima tamu dari luar kampung, maka apabila ada masyarakat yang ingin datang dan pergi maka hendaknya di lakukan setelah acara pantangannya selesai. selain itu masyarakat juga di larang membuat keributa atau kebisinga yang akan mengakibatkan terganggunya ketenangan warga lain, misalnya tidak boleh menghidupkan musik dengan keras, tidak boleh berteriak-teriak, tidak boleh menghidupkan mesin-mesin yang bersuara keras yang mengakibatkan kebisingan warga.

        Sekarang ini sangan sulit di temukan, itu di akibatkan sudah jarangnya warga untuk melakukan acara ritual yang sakral itu. Adapun warga dayak yang melakukan ritual notokng sekarang ini di sebabkan karena akan di adakannya perang, itupun perang yang di anggap mengancam warga dayak mali.
        Unsur acara notokng ini sebenarnya tidak jauh dari acara tahlilan hanya cara pelaksanaannya yang berbeda. Tahlilan di lakukan untuk mendoakan ruh orang-orang yang telah meninggal dunia agar ruhnya tentram dan damai di alamnya. begitu juga notokng, acara ini di lakukan untuk mendoakan arwah-arwah leluhur. Selain itu juga acara notokng ini juga bermaksud untuk memohon kepada jubata agar masyarakat terhindar dari segala penyakit baik diri pribadi masyarakat sampai ke tanaman yang di tanam oleh masyarakat seperti padi dsb. Hal itu tidak jauh seperti zikir-zikir yang di lakukan bermaksud memohon kepada allah agar di berikan kesehatan


[1] Terusannya di baca permohonan kepada leluhur apa yang di minta dalam bahasa dayak mali.